Senin, 06 April 2015

Siapakah Kamu?


Ibu
Orang berkata kasar pada orang lain. Seolah tak punya kata yang lebih baik. Seolah dilahirkan tak melalui ibu. Tak mengerti sakitnya.

Kau seorang ibu? Masih memiliki ibu? Bagiku, ibu seorang ekonom hebat. Sering kerontang uang tapi tetap berusaha keras menyiapkan sarapan.

Masalah tak selesai begitu ayah pergi kerja dan anak-anak bersekolah. Ibu yang bekerja di luar rumah pun masih kepikiran: mereka makan siang apa ya?

Ketika petang tiba, dan keluarga bersatu di meja makan, ibu setia berpesan: makan yang kenyang ya biar cepat besar dan tidur malammu lelap.

Ibu setia ingatkan kita pernah hidup di rahimnya. Dan, saya merasa tiada tempat berlindung lebih aman daripada perut ibu. Seolah ingin masuk lagi.

Semasa kecilku, dan kuyakin semasa kecilmu pula, setiap mendadak terbangun dari tidur malam, kita meneriakkan kata yang sama: ibuuuu!