Rabu, 22 April 2015

KETIKA TOKOH PERSILATAN BERBICARA TENTANG CINTA




Apa jadinya ketika orang-orang paling sakti dan hebat dunia persilatan berucap tentang cinta?
Otak cerdas mereka yang bijak serta wawasan hidup yang luar biasa tentu menjadikan apa yang mereka ucapkan seolah mutiara yang jatuh dari langit.

Simak penuturan mereka berikut ini!

Tjokro Gde Djantra
"Cinta itu memang membuat seorang menjadi buta dan tolol tak bisa lagi berpikiran sehat..” (Kitab 012. Pembalasan Nyoman Dwipa)

Menak Putuwengi
"Cinta itu pada dasarnya adalah sesuatu  yang suci. Tapi nafsu selalu membuatnya menjadi hal yang kotor. Seringkali menusia buta karena cinta, karena kecantikan paras perempuan. Kalau sudah begitu segala sesuatunya yang keji dan kotor bisa terjadi hingga tidaklah aneh lagi kalau manusia tega membunuh manusia lain bahkan saudara kandungnya sendiri hanya karena cinta." (Kitab 012. Pembalasan Nyoman Dwipa)

Panji Kenanga
"Cinta itu terkadang memang aneh. Kata orang cinta bisa membuat buta dan bodoh.  (Kitab 025. Cinta Orang-Orang Gagah)

Ananta Wijaya alias Pendeta Mayana
"Cinta melenyapkan segala perbedaan. Cinta menyingkirkan segala pembatasan…" (Kitab 067. Halilintar Di Singosari)

Dewa Ketawa
”Cinta...”. ”Kau datang begitu aneh. Tidak memilih siapa yang dicintai, tidak mengenal batas derajat dan keturunan. Cinta begitu indah, tetapi terkadang bisa kejam.   (Kitab 068. Pelangi Di Majapahit)

Sukat Tandika alias Tua Gila
“Cinta tidak tolol. Cinta sesuatu yang suci jika saja manusia mau berlaku jujur..”  (Kitab 089. Geger Di Pangandaran)

Sika Sure Jelantik
“Cinta bisa membutakan mata menulikan telinga dan membuat beku pikiran, merubah hati seolah menjadi batu! Pada puncaknya, cinta itu bisa berubah menjadi dendam kesumat kebencian yang hanya bisa terobat oleh kematian....”. Cinta laksana pisau  teramat tajam menyayat ke leher. Perih tetapi nikmat” (Kitab 092. Asmara Darah Tua Gila)

Kiai Gede Tapa Pamungkas
“Cinta adalah sejuta bahagia dalam sejuta kesucian”  (Kitab 094. Pedang Naga Suci 212)

Intan alias Ratu Duyung
“Bagi seorang gadis cinta yang ada dalam hatinya terhadap seorang pemuda tidak ubahnya seperti gunung es yang kelihatan hanya secuil di permukaan samudera. Bagian  cinta yang sangat besar disimpan dan disembunyikan di bawah permukaan laut. Di dalam laut hati sanubarinya. Dipeliharanya baik-baik....” (Kitab 099. Wasiat Malaikat)

Sukat Tandika alias Tua Gila
“Cinta kalau ditunggu tak pernah datang. Malah suka muncul secara tiba-tiba. (Kitab 099. Wasiat Malaikat)

Hantu Lembah Laekatakhijau
“Cinta kasihlah yang membuat manusia bisa tabah dan selamat menghadapi kehidupan dunia. Hanya dengan cinta kasihlah manusia bisa hidup  bahagia. Dicintai dan saling mencinta. Banyak manusia, mengira bahwa kekuatan yang dahsyat adalah kekuasaan atau kesaktian. Padahal kekuatan paling dahsyat di antara, langit dan bumi adalah, cinta kasih!” (Kitab 106. Rahasia Bayi Tergantung)

Peri Bunda
“Cinta kasih adalah sesuatu yang utuh, satu kekuatan yang ada kalanya tak bisa dibagi tapi seringkali bisa diberikan untuk semua makhluk dan berkahnya bisa untuk semua orang.” (Kitab 106. Rahasia Bayi Tergantung)

Suci alias Bunga
“Cinta kasih sejati bukan berarti selalu memiliki...” (Kitab 121. Tiga makam Setan)

Luhmintari alias Purnama
“Cinta itu sebenarnya memang tidak bisa  dibagi dan tidak pernah boleh dibagi...." (Kitab 162. Badai Laut Utara)

Hantu Jatilandak alias Tubagus Kesumaputera
“Cinta itu tidak boleh bermuka dua. Cinta harus hitam atau putih. Tidak ada warna kelabu di antara keduanya. Cinta harus berani mengatakan ya atau tidak. Cinta tidak boleh menyembunyikan apapun. Cinta tidak akan menjadi batu sandungan memperhinakan dan mempemalukan orang lain..." (Kitab 162. Badai Laut Utara)

Kakek Segala Tahu
Padepokan Kapak Maut Naga Geni 212