Kamis, 16 April 2015

Puisi Tentang Maluku


-pantai Pulau Morotai



Hari itu kita bercengkerama tentang petualangan
Di rimbun nyiur dan laut bening yang berlalu
Cerita Kao, Tobelo, atau Pitu
Yang mungkin takkan lagi kita jelajahi
Tapi setidaknya secangkir kopi
Menambah manis kerinduan kepada negeri itu
Temani aku berkisah

- Ternate


Tidak kulupa lembut pasir itu
Tidak ku abai gugus bimasakti yang bertemu samudera malam
Semua terkenang di bingkai emas berampai rindu
Dari Sofifi, Tidore Hingga Ternate

Kita menangis di bawah pohon bakau
Lalu tertawa di atas perahu bercadik
Di sela bening air dan bintang laut
Lalu kita mendongak ke langit menerawang rindu rindu yang tak pudar di terjang masa

Kawan...
Kopi kita habis sudah
Kapan kita dapat kembali berjabat?
Bahkan aku tak tau
Masihkah engkau tinggal menanti perjumpaan...

Semoga esok kulihat kau
Bersama keindahan hakiki
Yang jauh lebih abadi

Kao, 2012