Kamis, 16 April 2015

Latanahsilam




LATANAH SILAM


Negeri Purba
Dimana Gusti Allah menyembunyikan diri dari umatnya

Kami hidup atas nama kedamaian semu
Apakah engkau pernah melihat berapa banyak ?
Diantara kami hidup dalam genggaman senjata ?
Kami hidup dalam dunia pararel berdinding 1200 tahun
Dewa dan Peri hidup dalam suasana putih-putih
Mereka yang suci mengalah pada hati
Mereka yang putih mengalah pada merah meronanya kesaktian cinta

Aku lihat melalui jiwaku
Dewa
Peri
Menginginkan Bukit Batu kawin terangkat ke atas langit
Manusia berjibaku menginginkan kedewaan
Para peri merendahkan harkat demi menjadi manusia
Kesaktian menghiba pada cinta

Negeri Purba
Kulit pohon lah pakaian kami
Para Lae lah pembantu sekaligus sahabat kami
Dalam Lasesatbuntu yang menghitam, kami tiada berharap apa-apa
Wahai! Demi keagungan Naga Hantu Langit Ke Tujuh,
Kami lebih banyak hidup dalam kebutaan asal usul
Misteri abu-abu keturunan
Dan limpahan kutukan yang sungguh pun kami
melaknat luar dan dalam

Dan hutan semakin pekat
Bakucarok menambah pekat darah
Kami Pasrah
Menantikan Gusti Allah datang 600 tahun kemudian

Dikutip dari Status Padepokan Kapak Maut Naga Geni 212