Selasa, 31 Maret 2015

Sajak Luka Negeri berkabut



Oleh: Rini Intama


Jingga kusuma hati

jingga api mengasap hitam

mengoyak pusaran amarah

yang habis sia- sia

menembang nada lara cemara tertiup angin

tanah basah memerah menyimpan luka-luka

batu kayu mengayun menyeret diri

tak kendali mengena kening tak berbaja

ratusan pedang niat ruwat menebas

tak menduga warna darah menetes tak tuntas

meretas perih dan luka

Marah api mengerat kalbu negeri berkabut

seperti tontonan di atas tungku

cerita negeri, cerita harga diri, harga tanah, harga monumen

dan harga sejarah lalu harga harkat mengapung tak berjunjung

harga hak azasi kabur melebur dalam debu-debu

derit nafas terus melaju

lupa kaki pada tanah berpijak, menuding berteriak

lupa diri pada negeri terkoyak, menyerapah mengoyak sanak

awan putih mengarak luka

makam dan aroma kamboja tetap membisu


2010