Senin, 30 Maret 2015

Peringatan Habib Umar bin Hafidz untuk Wanita Muslimah

Assalamualaikum Warohmatullah WabarokatuhWabarokatuh.

Alhamdulillah, atas jutaan nikmat Allah yang masih kita rasa dan terima hingga sepersekian detik dan saat ini. Dari helai nafas, keringat, mata dan lain sebagainya yang tak pernah dapat kita hitung

Shalawat serta salam senantiasa tersampaikan kepada Ar Rauf dan Ar Rahim Maulana Sayyidina Muhammad Saw. Sebanyak detak jantung manusia dan makhluk seluruh semesta dari awal sampai kelak di hari kiamat.

Apa yang di tulis disini semoga Allah menurunkan manfaat kepada kita semua. Amin.


Habib Umar bin Hafidz berpesan :

"Apakah kalian tidak tahu cara perkawinan Sayyidatina Fatimah Zahra bagaimana?"
Menggunakan tata cara siapa?
Sejarah Sayyidatina Fatimah az-Zahra telah terhapus di benak kalian.
Apakah kalian melihat diri kalian lebih agung dari beliau?
Apa saja yang dipersiapkan Rasulullah SAW untuk perkawinan putri beliau?
Dengan cara begitu, apakah turun derajat Sayyidatina Fatimah?
Di akhirat nanti, seluruh wanita, sejak awal penciptaan hingga akhir, akan menundukkan kepalanya karena beliau akan melalui jalan cahaya.
Ketika di padang mahsyar, akan terdengar suara dari Arasy Allah, tundukkan kepala kalian dan pejamkan mata kerana Fatimah binti Muhammad SAW akan melalui Sirat.
Apakah kalian tidak ingin berada di belakang beliau, melalui di Sirat bersama beliau dan mengikuti beliau?
Kalian telah menukar beliau dengan lainnya.
Ketika Rasulullah SAW ditanya, apa yang terbaik bagi wanita?
Sayyidatina Fatimah yang menjawab, "Yang terbaik bagi wanita adalah tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki." Kemudian Rasulullah SAW mencium kening Sayyidatina Fatimah dan mendoakan beliau agar Allah SWT memberkati anak keturunannya.
Ya Mu’minah...
Ingatlah,, kerana suatu peringatan itu bermanfaat.
Jauhilah adat-adat (barat) yang fana tersebut dan jangan memaksakan diri sampai-sampai berhutang.
Seperti di dalam hadis Rasulullah SAW, Barang siapa yang memakai pakaian untuk ditunjuk atau dipamerkan maka di akhirat nanti akan dihinakan oleh Allah SWT.
Janganlah berbangga dengan pakaian sutera dan emas, sesungguhnya orang kafir diberi Allah SWT kenikmatan dunia, namun itu adalah kenikmatan yang fana. mengikuti Sayyidatina Fatimah Al-Batul Az-Zahra lebih mulia.

(Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz)

Sedikit keterangan, suatu hari di zaman Nabi Muhammad, Sayyidah Fatimah tengah berdiri menghadap keluar rumah, melihat lewat jendela, di luar ada ramai orang melayat membawa jenazah yang dulu itu hanya di gotong saja tanpa memakai alat apapun.
Kemudian, tidak lama berselang beliau tiba-tiba menangis sedih sekali, sangat memelas tangisan itu hingga terdengar oleh Sayyidah Asma binti Abu Bakr. Lalu Asma bertanya mengenai tangisan pilu itu. Lalu beliau menjawab, "Aku melihat jenazah di bawa ke kuburnya dengan hanya berbalut kafan lalu di angkat oleh orang-orang. Apa jadinya jika aku meninggal dunia, kemudian aku di kafani, lalu tubuhku di angkat dan di pegang oleh laki-laki lain. Alangkah malunya aku. Sambil menangis sedih beliau bercerita kepada Asma'. Kemudian beliau berpesan, Wahai Asma, jika nanti aku meninggal, maka aku berwasiat agar jenazahku di taruh di dalam keranda.

Betapa luar biasa rasa malu yang beliau miliki. Betapa agung akhlak sang putri Rasulullah.
Coba bandingkan dengan kebanyakan wanita zaman sekarang. Kebanyakan mereka bahkan tidak lagi memiliki rasa malu sedikitpun.

Sungguh dari Allah hidayah dan taufiq.
Wassalam.