Rabu, 11 Juni 2014

Bagian Syaitan Di Hati Nabi Muhammad Saw





oleh Ar-Riyaadhun Nadzrah pada 5 April 2012 pukul 13:24 ·
Dari sumber PP. Sunniyah Salafiyah Pasuruan Jawa Timur

Salah satu hadits menceritakan mengenai peristiwa di belahnya dada Rasul. Dalam hadits tersebut dikatakan bahwa ketika dada Rasul dibelah, malaikat mensucikan hati Nabi dan mengeluarkan bagian syaitan yang ada di alamnya.

Pertanyaan :

Nabi adalah seorang yang sempurna kema'shumannya. bukankah tak layak dalam hati manusia ma'shum terdapat bagian bagi syaitan?

Kami Menjawab :

Sebenarnya, dikeluarkannya bagian syaitan dari hati Nabi di usia beliau yang masih belia justru merupakan bukti kesempurnaan penjagaan (ishmah) Allah terhadap beliau. Terlebih jika kita fahami bahwa maksud bagian syaitan yg dikeluarkan dari hati Nabi tersebut bukanlah bagian yang menjadi tempat syaitan menggoda Nabi. Akan tetapi bagian syaitandari rahmat Nabi (Kitab Al Insanul kamil Juz 1 Hal 34) sabab Nabi di utus sebagai rahmat lil alamin...
Dengan demikian Nabi punya sifat rahmat (kasih) pada seluruh alam ini termasuk syaitan. Rahmat Nabi pada syaitan inilah yg di keluarkan oleh malaikat dari hati beliau..
Dengan demikian maka tidak ada hal yang di persoalkan lagi mengenai hal ini.

Lantas mengapa dada Nabi mesti di belah? padahal mudah saja Allah untuk tidak melakukan itu langsung mengeluarkan saja tanpa proses pembelahan?

Hikmah kejadian ini adalah untuk menumbuhkan sifat berani dan kekuatan iman dalam diri Rasul. karena tiap kali dadanya di belah, beliau lihat secara langsung dan ternyata tidak berdampak apapun pada tubuhnya. Hal ini menguatkan iman beliau bahwa Allah selalu menjaganya. Oleh karenanya Rasul tumbuh menjadi manusia paling berani.dan tidak ada yang di takutinya kecuali Allah saja...(Rudd Syubhat Hauli Ishmatun Nabi Saw Juz 1 hal 111) (Tafsir Haqqy Jus 4 hal 377) (Nadzam Addror lilbaqa'iy juz3 hal 327)

Adapun terulangnya pembelahan dada ini 3x, yaitu saat Nabi masih kecil, adalah agar Nabi tumbuh dalam keadaan terjaga dari syaithan. Kedua saat nabi diangkat menjadi Rasul, adalah agar Beliau dapat menerima wahyu dengan kesucian dan kekuatan hati yang sempurna. Dan yang ketiga adalah saat mi'raj agar beliau mampu bertemu dengan Allah. (Tafsir al Baghawy juz 5 hal 60) (nadzm Adduror Al Baqa'i juz 2 hal 38) (tafsir haqqy juz 8  hal 98) (Rudd Syubht Hauli Ishmatun Nabbi Saw juz1 hal 107).

Sedangkan ungkapan dalam maulid Habsyi yang artinya "Tidaklah para malaikat mengeluarkan dari hati Nabi kotoran melainkan mereka menambahkan kesucian dalam hati Nabi yang suci."

Ini tidaklah bertentangan dengan bahasan sebelumnya, karena Habib Ali Al Habsyi tidak menafikan pengeluaran sesuatu dari hati Nabi. Buktinya sebelum bait ini tertera kalimat yang artinya "Kemudian mereka keluarkan dari hati Nabi apa yang mereka keluarkan, dan meletakkan di dalamnya rahasia-rahasia ilmu dan hikmah yg mereka letakkan didalamnya.

Jelas tidak ada pertentangan ungkapan ini dengan ungkapan di atas. Memang malaikat mengeluarkan sesuatu tapi bukanlah itu kotoran melainkan rahmat beliau kepada syaitan  bukan cuma itu, setelah dikeluarkannya hal tadi, malaikatpun memasukan ke dalam hati Nabi itu dengan rahasia-rahasia keilmuan seluruhnya sehingga bertambah sucilah hati Nabi yang suci itu.

Wallahu a'lam bisshawab.